Menurutnya, ada beberapa faktor mengapa orang-orang Indonesia “doyan” berlibur ke Malaysia, salah satunya karena secara geografis letak kedua negara berdekatan sehingga memudahkan aksesibilitas.
Faktor lain yang juga disebutkan Ms. Haryanty, antara lain kesamaan rumpun antara Indonesia dengan Malaysia yang membuat kultur dan kehidupan kedua negara tidak jauh berbeda.
“Aspek bahasa yang identik karena sama-sama berakar dari bahasa Melayu membuat para turis atau ekspatriat dari kedua negara secara timbal-balik tidak banyak mengalami kendala,” ucap Ms. Haryanty.
Ia juga menambahkan, faktor nilai tukar mata uang dua negara itu tidak terpaut jauh. Artinya, nilainya menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia yang ingin saling berwisata.
Melanjutkan pemaparan Ms. Haryanty, Mr. Mohd. Mubarak bin Shamsuddin menjelaskan alasan mengapa negaranya bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa FISIP UNS yang ingin studi lanjut.