JAKARTA - Kualitas kelembagaan dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus ditingkatkan. Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas terus melakukan transformasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan PTKI. Menurut Menag, apa yang dilakukan merupakan upaya untuk memperluas kontribusi PTKI dalam menjawab tantangan yang ada.
"Tentunya dengan distingsi yang dimiliki yaitu Islam Wasathiyah, menghargai perbedaan, memahami berbagai sudut pandang, serta Islam rahmatan lil’alamin sebagai DNA kami,”jelas Menag demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Selasa,(05/10/2021).
Sebagai implementasi mandat tersebut, kapasitas perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia telah ditingkatkan dengan membuka fakultas sains dan teknologi, bahkan fakultas kedokteran. Selain itu Kementerian Agama (Kemenag) RI telah melakukan transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
(Baca juga: Bukan ke Mesir, Kemenag Kirim Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ke Australia)
"Saat ini kita telah memiliki 24 UIN, dan ada 6 IAIN yang akan segera bertransformasi menjadi universitas. Yang menarik, salah satu IAIN akan ditingkatkan menjadi Cyber Islamic University atau UISSI (Universitas Islam Siber Syek Nurjati Indonesia) Cirebon,"ujarnya.
Pada forum ICIS 2021, Senin (4/10), Menag menyampaikan tidak berhenti dengan menghadirkan fakultas sains dan teknologi serta transformasi saja. Juga turut menyebarkan konsep moderasi beragama di PTKI di Indonesia.
(Baca juga: Perdana, Kemenag Adu Kemampuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Olimpiade Sains)
"Lebih jauh, untuk menghindari konflik antara muslim dan komunitas lainnya, Kemenag juga menyiapkan ‘duta muslim moderat’. Kami juga mendirikan Rumah Moderasi Beragama pada setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam untuk mencegah ekstremisme,”jelasnya.
Sumber foto Kemenag
(Susi Susanti)