“Dengan fungsi alat dan keandalan yang berstandar industri dapat membantu dunia industri sipil, pembangunan jalan raya, konstruksi jembatan dan konstruksi bangunan serta memudahkan pekerjaan dan meminimalisir biaya kesalahan,” kata Naufal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).
Robot ini juga menjadi produk unggulan dari Sekolah Vokasi UGM yang diikutsertakan dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM KI) dan mendapat pendanaan riset dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rsiet dan Teknologi (Dirjen Kemendikbud Ristek) 2021.
“Kami berharap produk ini menjawab tantangan dalam sektor pembangunan infrastruktur dan dunia teknik sipil yang dipadukan dengan orientasi robotika dan Internet of Things (IoT),” harapnya. (din)
(Rani Hardjanti)