JAKARTA – Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perihal bencana banjir yang tiga hari ini sudah melanda ibukota. Rekomendasi yang diberikan oleh PSB LPPM UNS tersebut disampaikan langsung oleh peneliti PSB, Soerja Koesuma.
Pertama, dalam menyusun langkah pencegahan banjir, Soerja Koesuma, menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta memasang sistem peringatan dini bencana banjir atau Integrated Flood Early Warning System (iFEWS). Dengan dipasangnya sistem iFEWS tersebut, Soerja Koesuma, berharap agar Pemprov DKI Jakarta dapat memantau tinggi muka air sungai hingga intensitas air hujan.
Baca juga: Aplikasi 'Tuker Sampah' Besutan 5 Mahasiswa UNS Juara di Tokyo
“Sistem iFEWS ini terdiri dari 4 sensor yang masing-masing adalah sensor tinggi muka air sungai yang dapat dipasang pada sungai-sungai yang masuk ke Jakarta. Alat ini berguna untuk mengetahui ketinggian air sungai,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/1/2020).
Kedua, sensor ketinggian air waduk atau embung yang digunakan untuk menampung limpasan air dari hulu. Datanya dapat digunakan di bendungan Katulampa untuk menghitung tinggi air. Ketiga adalah sensor curah hujan. Alat ukur ini dipasang di beberapa lokasi hulu maupun hilir dari data ini dapat diperkirakan volume air yang akan masuk ke Jakarta nantinya. Dan, yang terakhir adalah sensor muka air tanah.