Menristek Diisi Oleh Orang 'Awam', 5 Fakta Soal Debut Bambang Brodjonegoro

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis
Sabtu 02 November 2019 07:02 WIB
Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)
Share :

3. Adakan program quick win

Menurut Menteri Bambang, undangan tersebut dimaksudkan agar para CEO tersebut dapat memberikan saran terkait program percepatan (quick win). Hal ini diperlukan Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kompetisi Indonesia dalam bidang teknologi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya itu, dirinya mengungkapkan bahwa program quick win diperlukan untuk mendorong inovasi yang mungkin masih menjadi kelemahan Indonesia dalam pengembangan ekonomi nasional.

"Salah satu faktor yang dianggap tertinggal di Indonesia itu adalah di parameter inovasi. Rankingnya relatif rendah, berarti kita perlu mengidentifikasi program-program quick win untuk memacu ranking inovasi agar lebih besar, sehingga nantinya bisa membantu ranking dari daya saing Indonesia sendiri," ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Baca Juga: 4 Fakta Menristekdikti Bambang, Mantan Menkeu yang Dapat Tugas Baru

4. Mau hasilkan lebih banyak startup berbasis teknologi

Menteri Bambang juga mengungkapkan program quick win ini juga diharapkan dapat menciptakan lebih banyak perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi menjadi unicorn yang bervaluasi lebih dari satu miliar Dollar Amerika Serikat.

"Kami juga berkepentingan untuk melahirkan lebih banyak startup yang berbasis teknologi atau technopreneurs," ujarnya.

5. Dapat masukan dari CEO

Dalam kesempatan tersebut, beberapa masukan terkait quick win diberikan oleh para CEO, diantaranya yaitu match making (matching) program antara kebutuhan industri dan produk-produk inovasi yang dihasilkan peneliti dan perekayasa dari kalangan akademisi.

Institusi litbangrep dinilai harus saling mengisi agar selanjutnya Indonesia tidak hanya menjadi market dunia. Akan tetapi mampu menjadi produsen produk-produk inovasi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan dunia. Selain itu, diharapkan adanya penciptaan program kolaborasi antara institusi litbang pemerintah dan/atau pendidikan tinggi dengan pihak swasta, seperti Tokopedia yang berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dalam Research on Big Data.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya