Menristek Diisi Oleh Orang 'Awam', 5 Fakta Soal Debut Bambang Brodjonegoro

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis
Sabtu 02 November 2019 07:02 WIB
Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Fungsi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) berubah menjadi Menteri Riset, Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024. Kali ini, Bambang Brodjonegoro yang dipercaya untuk menggantikan posisi Mohammad Nasir tersebut.

Sebenarnya, Bambang selalu berkutat di dunia perekonomian. Lihat saja posisinya di Kabinet Kerja I, Dia menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Bappenas.

Dengan demikian, maka Bambang harus menekuni dunia yang baru, yakni pendidikan, riset dan inovasi untuk SDM. Dirangkum oleh Okezone, berikut aksi debut awal Bambang Brodjonegoro sebagai Menristek sekaligus mengawali karirnya di bidang baru tersebut.

 

1. Langsung adakan pemantapan ekosistem riset, teknologi, dan inovasi

Menteri Riset, Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengadakan pemantapan mengenai ekosistem riset, teknologi, dan inovasi di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta.

"Pada kesempatan siang ini kami lebih pada posisi mendengarkan bagaimana kira-kira kami dari pihak pemerintah dapat bersinergi dengan pelaku bisnis, termasuk memfasilitasi inovasi yang lebih besar untuk memajukan Indonesia, berupa program-program percepatan (quick win)," ujar Menteri Bambang Brodjonegoro.

Baca Juga: Menristek Bambang Panggil CEO Tokopedia Hingga Grab, Hasilnya Apa?

2. Mengundang para CEO mulai dari Grab hingga Gojek

Bambang pun turut mengundang pimpinan eksekutif atau chief executive officer (CEO) dari lima perusahaan berbasis teknologi. Tak hanya itu, turut diundang pula tujuh perusahaan investasi atau venture capital (VC) dalam negeri.

Undangan ini dimaksudkan agar para CEO tersebut dapat memberikan saran terkait program percepatan (quick win). Hal ini menjadi salah satu bagian penting yang diperlukan Kemenristek/BRIN untuk meningkatkan kompetisi Indonesia dalam bidang teknologi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

 

Adapun dalam rapat tersebut turut hadir CEO Bukalapak Achmad Zaky, Co-CEO Gojek Andre Sulistyo, CEO Bubu Shinta Danuwardoyo. Kemudian, hadir pula Co Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison, serta Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Sementara itu, dari perusahaan venture capital turut hadir Martin Hartono dari Djarum, Patrick Walujo dari Northstar, Abraham Hidayat dari Skystar Ventures, Sebastian Togelang dari Kejora Ventures. Tak ketinggalan Melisa Irene dari East Venture, Jefrey Joe dari Alpha JWC Venture, serta Anthony LimGDP Venture.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya