YOGYAKARTA - Menristekdikti menantang perguruan tinggi di Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung untuk dapat memastikan mahasiswa dari kota dan kabupaten terjauh dari ibu kota provinsi dapat menuntut ilmu di pendidikan tinggi.
Menristekdikti mencontohkan, mayoritas pemuda di Kota Pagaralam yang berjarak 294 kilometer dari Kota Palembang harus bisa berkuliah. “Berapa kilometer dari Palembang ke Pagaralam lewat perjalanan darat? Tujuh setengah jam? Lima jam? Sekarang pertanyaannya berapa orang yang kuliah dari Pagaralam keperguruan tinggi?” ungkap Menristek saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam Lingkungan LLDikti Wilayah II (Sumatera Selatan, Lam pung Bengkulu, Bangka Belitung) di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta.
Baca Juga: Kampus LPTK Didorong Punya Labschool Khusus Olahraga, Bagaimana Konsepnya?
Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menyampaikan, Indonesia yang saat ini memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 34,58% belum memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang hidup di kota atau kabupaten yang jauh dari perguruan tinggi sehingga perguruan tinggi perlu mengembangkan Program Studi Jarak Jauh (PJJ). “Di sana pasti lebih susah untuk kuliah. Bagaimana mereka bisa kuliah, padahal mereka sudah kerja atau putus kuliah. Ini adalah pasar kita, kita bisa bidik. Tidak usah mereka datang ke Palembang. Cukup dia pakai pendidikan jarak jauh,” harapnya di hadapan 230 pimpinan PTS|dari LLDikti Wilayah II tersebut.