Menristek: Paten Indonesia Unggul di ASEAN

Koran SINDO, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2019 12:36 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Jumlah paten di Indonesia ternyata melebihi jumlah negara lain di Asia Tenggara. Jumlah paten pun akan terus ditingkatkan sehingga inovasi Tanah Air juga naik.

Dalam empat tahun ke belakang, jumlah paten di Indonesia masih rendah. Pemerintah pun terus melakukan perbaikan lantaran paten adalah cerminan dari kemajuan teknologi suatu negara. “Paten adalah bahan baku inovasi. Maka kita lakukan perbaikan sehingga pada 2017 di Asia Tenggara (jumlah paten) kita tertinggi,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohammad Nasir pada Bedah Kinerja 2018, Fokus Kinerja 2019 di kantor Kemenristek-Dikti, Jakarta, kemarin. Paten domestik (dalam negeri) yang didaftarkan di Indonesia dibandingkan paten domestik yang didaftarkan negara-negara ASEAN terus meningkat.

Baca Juga: Tuan Rumah Rakernas Kemenristekdikti, Undip Tak Sediakan Plastik dan Kertas

Dari peringkat ketiga pada 2015, Indonesia kini menjadi negara di ASEAN dengan paten domestik tertinggi. Pada 2015, paten domestik Indonesia mencapai 1.058 paten (peringkat ketiga di ASEAN). Pada 2016, paten domestik Indonesia meningkat menjadi 1.101 paten. Sementara pada 2017, terjadi peningkatan tajam. Data World Intellectual Propery Organizartion (WIPO) yang berbasis di Jenewa, Swiss diketahui sekitar 1.100 paten dicatatkan di Indonesia. Totalnya pada 2017 Indonesia berhasil mencatat paten domestik sebanyak 2.271. Hal ini membuat Indonesia di peringkat pertama mengalahkan Singapura dan Malaysia.

Peringkat pertama jumlah paten dalam negeri masih dimiliki Indonesia pada 2018 dengan peningkatan angka paten sebesar 500, yang menjadikan angka paten domestik Indonesia mencapai 2.842 paten. Mantan rektor Undip ini menjelaskan, kenaikan signifikan jumlah paten yang terdaftar itu karena pemerintah telah mengeluarkan UU Paten No 13/2016. Berbagai kemudahan dan juga adanya insentif bagi para pengusul hak paten tersebut. Nasir melanjutkan, hal yang menggembirakan juga terjadi di bidang publikasi internasional. Menurut dia, jumlah publikasi Indonesia per 25 Januari berdasarkan data Scopus sudah mendekati Malaysia yang kini memuncaki posisi di Asia Tenggara.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya