JAKARTA – Mahasiswa program doktor ilmu kedokteran (biomedik) Sulistyo Mulyo Agustini, meneliti ekstrak umbi rumput teki. Ternyata umbi rumput teki sebagai bahan anti leukemia.
Melansir dari laman UB, Jumat (21/9/2018), leukemia yang ditelitinya adalah Leukemia Mieloblastik Akut atau Acute Myeloblastic Leukemia (AML). Pada AML, meskipun 40 sampai 45 persen pasien usia lebih muda dari usia 65 tahun dapat diterapi dengan teràpi terbaru, hanya 10 persen yang memiliki harapan hidup lebih panjang.
Walaupun kejadian leukemia tidak banyak bila dibandingkan kanker lainnya, namun menurut Sulistyo, AML termasuk kegawat-daruratan onkologi hematologi, keterlambatan terapi dapat mengakibatkan kematian. Sehingga ia memilih AML dibandingkan kanker lainnya.
“Umbi rumput teki mudah dijumpai sebagai tanaman gulma yang ternyata diindikasi memiliki senyawa aktif sebagai anti kanker,” ujarnya
Sulistyo menambahkan tidak semua rumput teki yang tersebar di seluruh dunia ini memiliki senyawa yang sama karena jenisnya yang beragam. Analisis ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L) ini telah menghasilkan temuan adanya 24 senyawa.