"Cajuputs Candy muncul menjadi suatu produk dengan bercirikan bahan baku lokal, murah, praktis, mudah dan menyehatkan. Bahan baku permen ini sendiri berbahan minyak atsiri dari tanaman kayu putih yang diperoleh dari Pulau Buru dan Kepulauan Maluku," kata Hanny, Sabtu (12/8/2017).
Walaupun telah mengantongi hak paten, Hanny mengaku kesulitan dalam mengembangkan inovasi permen dari kayu putih tersebut. Ia menjelaskan, kendala yang dihadapi saat itu adalah roduksi minyak kayu putih yang dihasilkan setiap daerah berbeda kualitasnya, sehingga perlu dilakukan standardisasi ekstrak minyak kayu putih.
"Saya dan mahasiswa bimbingan saya berencana akan melakukan pemetaan terhadap kualitas minyak kayu putih yang dihasilkan setiap daerah, yang akhirnya diperoleh daerah penghasil minyak kayu putih terbaik (Pulau Buru)," jelas dia.
Tantangan selanjutnya, aku dia, adalah pengembangan permen kayu putih tersebut untuk masuk ke tahap produksi massal dan masuk ke dunia pasar industri. "Saya berharap Cajuputs Candy lebih dikenal, baik lokal maupun internasional dan menjadi panganan khas di Indonesia," tandasnya.
(Susi Fatimah)