Duh, Angka Anak Perempuan Putus Sekolah di Nigeria Tertinggi di Dunia

Siska Permata Sari, Jurnalis
Sabtu 29 Juli 2017 11:11 WIB
Foto: Malala Fund
Share :

"Kini Kehinde dan Taiwo bekerja 12 jam sehari untuk menggiling paprika. Mereka mendapatkan 2 dolar per hari, dan menggunakan uang itu untuk memberi makan keluarga mereka," kisah gadis kelahiran 1997 tersebut.

Padahal, kata Malala, Taiwo mencintai matematika dan ingin menjadi seorang bankir. Sementara saudara kembar satunya, Kehinde bercita-cita menjadi perawat dan membantu orang sakit seperti ibunya yang kini tengah terbaring. "Tapi tak satu pun dari saudara perempuan ini, atau jutaan gadis Nigeria seperti mereka yang dapat mencapai impiannya tanpa pendidikan," imbuhnya.

Dalam perjalanannya ke Nigeria itu, Malala juga bertemu dengan Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo. "Saya mendesaknya, Menteri Pendidikan dan pejabat lainnya untuk menambahkan dana pendidikan. Membuat anggaran transparan dan mendorong semua negara di Nigeria untuk mengeluarkan Undang-Undang terkait Hak Anak," tegasnya.

Osinbajo kemudian, lanjut Malala, berjanji akan mengatasi krisis pendidikan di negaranya. "Dia (Osinbanjo) juga setuju bahwa Nigeria harus berinvestasi dalam dunia pendidikan. Ambisi saya tinggi. Saya akan terus bicara sampai semua perempuan bisa bersekolah termasuk Fatima, Kehinde, Taiwo, dan semua gadis yang saya temui dalam perjalanan saya," pungkasnya.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya