Ia juga mengungkapkan permasalahan yang dihadapi yayasan dengan layanan PKLK Growing Hope adalah persoalan pendanaannya. Pasalnya, sekira 30% siswanya tidak dapat membayar biaya sekolah. Sedangkan sekolah yang memiliki 23 orang guru dengan jumlah siswa 50 orang ini membutuhkan biaya operasional yang tak kecil per bulannya.
Maka itu, lanjut Fransika, agar sekolah tetap dapat memenuhi kebutuhan siswa, yayasan menggelar program orangtua asuh. Yayasan mengajak siapa pun yang terpanggil untuk berbagi dan mengambil peran sebagai orangtua asuh bagi siswa yang tidak mampu membayar biaya sekolah.
"Program ini bersifat sukarela dan tidak mengikat. Growing Hope melayani semua lapisan masyarakat, sehingga siswa yang memiliki latar belakang keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dapat menempuh pendidikan," ungkapnya.
Fransiska menyebutkan, pihaknya telah menyusun beberapa pilihan program bagi para dermawan dapat menyumbang, yaitu Good Program Rp100 ribu per bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan; Great Program Rp250 ribu/bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan; dan Excelence Program Rp500/bulan untuk waktu 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. (afr)
(Susi Fatimah)