“Tidak menyerah dan tawadhu, prinsip saya cuman satu yaitu tidak mudah menyerah dalam mengerjakan sesuatu,” ucap Karim.
Saat studinya hampir berakhir, Karim mengalami kecelakaan dan sakit yang mengharuskan istirahat total hingga membuat proses wisudanya diundur ke tahun 2017.
“Tuhan menggantinya dengan hadiah yang luar biasa ini, saya diberi kesempatan menjadi presenter dalam acara 1st International Conference on Physical Instrumentation and Advance Material (ICPIAM), Oktober 2016 lalu yang diadakan Departemen Fisika Unair,” tuturnya.
Dalam skripsinya, ia melakukan penelitian tentang kebutuhan pemeriksaan jantung dengan alat memiliki tingkat presisi dan keakuratan tinggi dengan performa yang baik dan ekonomis. Inilah yang mendorong Karim membahas tentang filter sinyal dalam domain digital. Karim menggunakan kode-kode program komputer dalam sebuah mikrokontroler yang disebut arduino.
”Saat ini, penelitiannya sampai tahap uji performa dengan diberi sinyal jantung dan noise,” tutupnya.
(Susi Fatimah)