Dia mengatakan, seorang guru tidak bisa menerapkan cara belajar yang sama kepada seluruh anak di Indonesia. Menurut dia, lain kota, lain budaya, lain pula cara belajarnya.
Sedangkan Ketua Yayasan Wahana Visi Indonesia, Agnes Wulandari menambahkan, metode pendidikan kontekstual dapat merekatkan anak-anak untuk kembali kepada nilai-nilai budayanya. Budaya akan membantu pendidikan formal, sedangkan pendidikan formal membantu mendorong kelestarian budaya dan nilai-nilai karakter.
"Misalnya ketika anak-anak di Indonesia bagian barat diajarkan mengenai kereta api, maka anak-anak di Indonesia bagian timur, seperti NTT tidak bisa mengerti karena tidak ada kereta api di sekitar mereka," simpulnya.
(Susi Fatimah)