"Apabila dikalkulasi maka Program USAID Prioritas sudah menyentuh lebih dari 1,9 juta siswa sekolah dasar dan menengah di 19 kabupaten/kota," kata Silvana.
Tingginya buta aksara di Jatim menurut Silvana erat kaitannya dengan persebaran guru yang tidak merata antara perkotaan dan perdesaan, di samping masalah kualitas pendidik dan pembelajaran juga memicu.
"Para guru di kabupaten banyak bekerja di sekolah yang berdomisili di perkotaan. Sementara di perdesaan ketersediaan guru sangat kurang," katanya.
Salah satu contoh daerah mitra USAID Prioritas Jatim yang pemerataan gurunya tidak imbang antara perdesaan dan perkotaan adalah Kabupaten Blitar. Dari temuan tersebut, dengan pendampingan dari USAID Prioritas, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar mendapatkan pendampingan dan pelatihan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR).
PKR sendiri adalah suatu bentuk pembelajaran pendidikan dasar yang mensyaratkan seorang pendidik mengajar peserta didik, yang terdiri dari dua atau lebih tingkatan kelas yang berbeda dalam satu proses pembelajaran dan dalam waktu yang bersamaan.