BATAM – Dinas Pendidikan Kota Batam, Kepulauan Riau, menyatakan wilayahnya nyaris mencapai bebas buta aksara. Data itu berdasarkan survei terkini yang dilakukan pemerintah pusat.
"Angka buta aksara di sudah 0,01%. Batam nyaris bebas buta aksara. Rasanya Batam sudah bebas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin di Batam, seperti dilansir dari Antara, Rabu (14/12/2016).
Kota Batam bahkan pernah meraih penghargaan Widya Krama dari Kementerian Pendidikan pada 2013 karena berhasil menekan angka buta aksara.
Muslim mengatakan, buta aksara masih dialami masyarakat yang tinggal di pulau-pulau penyangga akibat keterbatasan akses pendidikan. "Buta aksara paling banyak di pulau," kata dia.
Buta aksara juga paling banyak dialami perempuan karena masih enggan menempuh jenjang pendidikan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam Hasyimah menuturkan, kebanyakan buta aksara tinggal di pulau.
"Umumnya orang-orang tua, kalau anak muda sudah bisa membaca semua, karena pemerintah terus menggencarkan pentingnya membaca dan menyelenggarakan gelar paket," jelasnya.
Dulu warga pulau kesulitan mengakses pendidikan dikarenakan kebanyakan sekolah berlokasi di pulau utama, dekat dengan kota, namun saat ini Hasyimah mengatakan sudah banyak sekolah yang berdiri di pulau.