JAKARTA - Guru menjadi aktor penting dalam pendidikan. Sayangnya, banyak sekolah yang masih mengalami keterbatasan jumlah guru. Kompetensi guru pun masih perlu ditingkatkan guna menghasilkan peserta didik yang berkualitas.
Masalah guru turut dialami oleh sekolah berbasis madrasah. Namun menurut Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), Nur Kholis Setiawan, penyebabnya bukan karena kekurangan guru, melainkan distribusi guru yang belum merata.
"Bukan kurang, tetapi distribusinya. Sekarang faktanya lebih banyak yang honorer. Di madrasah, guru PNS hanya 16 persen. Padahal jumlah guru madrasah lebih dari 813 ribu orang," ucapnya ditemui dalam Festival dan Kompetisi Robotik Madrasah 2016 di Mal of Indonesia (MOI), Jakarta, Senin (31/10/2016).
Oleh sebab itu, kata Nur Kholis, saat ini dibentuk sistem online untuk mendeteksi madrasah-madrasah yang terdapat timbunan jumlah guru. Kemudian, baru bisa dilakukan penyebaran guru, yakni mereka yang sudah bersertifikat.
"Tentunya ini dilakukan secara berhahap. Ada 310 ribu guru yang sudah bersertifikat. Kalau sudah ada pemetaannya nanti disebar ulang sekaligus pemerataan akses pendidikan," terangnya.
Dia menambahkan, keberadaan madrasah sendiri cukup membantu pendidikan, khususnya di daerah 3T. Selain soal guru, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas madrasah, baik negeri maupun swasta.
"Madrasah swasta walaupun dari masyarakat juga mendapat BOS. Kami tetap melakukan pemantauan," tandasnya.
(Susi Fatimah)