Demi Anak, Orangtua Rela Belajar Bahasa Isyarat

Afriani Susanti , Jurnalis
Selasa 26 April 2016 14:01 WIB
Diskusi Kesadaran Bahasa Isyarat dalam Akses Pendidikan. (Foto: Afriani S/Okezone)
Share :

JAKARTA - Memberikan semua yang terbaik bagi anak adalah hal yang lazim dilakukan orangtua. Tidak heran, ketika si anak butuh perhatian dan pendampingan khusus, orangtua pun rela melakukan apa saja, termasuk belajar bahasa isyarat.

Pengalaman tersebut diungkapkan salah seorang perempuan yang memiliki anak tunarungu, Maurin. Ibu dua anak itu belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan buah hatinya.

"Saya belajar bahasa isyarat karena saya ingin anak saya bisa belajar bahasa isyarat dari saya sendiri. Jadi sewaktu teman-teman anak saya bertanya dari mana kamu belajar bahasa isyarat, jawabnya dari saya," ungkapnya dalam diskusi Kesadaran Bahasa Isyarat dalam Akses Pendidikan di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Maurin mengaku, mengajari sang anak bahasa isyarat memberi kebanggaan tersendiri. Sejatinya, anak Maurin tidak terlahir sebagai tunarungu. Saat berusia enam bulan, dia mengalami infeksi telinga.

"Lalu sekira umur delapan atau 10 bulan anak saya kehilangan pendengaran. Namun ketika itu saya berasumsi, anak laki-laki bicaranya lambat. Lagipula di rumah kan bicaranya banyak bahasa, jadi biasanya anak-anak yang lahir di keluarga yang bicaranya banyak bahasa cukup sulit untuk mulai bicara," paparnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya