Maurin sempat menyuruh sang anak untuk mempelajari bahasa verbal dengan mendatangkan tutor saat mereka tinggal di Amerika. Namun sang anak lebih memilih belajar bahasa isyarat ketimbang bahasa verbal.
"Jadi ketika mendidik anak, saya membiarkan dia memilih gaya bahasa apa yang ingin dipelajarinya. Saya lebih mengamati dan menjaga saja. Meski anak saya tunarungu pun, tidak saya anggap spesial. Jika ada tindakan yang kurang baik, pasti saya tegur. Merawat anak tunarungu juga tidak terlalu sulit, yang terpenting adalah kita tetap beranggapan baik," tambahnya.
Salah satu tips berkomunikasi baik dengan orang tunarungu, ujar Maurin, adalah dengan berhadapan muka dengan orang tersebut. Meski ada penerjemah di sisinya, kita perlu melihat ke arah orang tersebut sebagai wujud menghargai keberadaan mereka.
Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!
(Rifa Nadia Nurfuadah)