Dianggap Sok Inggris, Cuek Aja!

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Jum'at 19 Februari 2016 09:12 WIB
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
Share :

JAKARTA - Belajar bahasa Inggris menjadi percuma bila tidak dipraktikkan langsung. Di sisi lain, usaha membiasakan berbicara dengan bahasa Inggris pada kehidupan sehari-hari malah dianggap sok nginggris dan tak cinta bahasa Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pelajar SMA, Evri Prananda berpendapat, orang yang sering menyindir ketika ada orang Indonesia berbicara menggunakan bahasa Inggris sebenarnya merasa iri terhadap kemampuan orang tersebut.

"Mereka bilang sok Inggris, mungkin itu iri karena mereka belum tentu bisa menggunakan bahasa Inggris," ucapnya kepada Okezone, belum lama ini.

Sedangkan seorang mahasiswa bernama Amalia mengaku, hanya menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan orang asing.

"Kalau ngobrol sama teman sehari-hari saya pakai bahasa Indonesia. Bahasa Inggris hanya digunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari negara lain," tutur mahasiswa semester IV Universitas Brawijaya (UB) itu.

Amalia menjelaskan, untuk fasih berbahasa Inggris memang harus lebih sering latihan berbicara. Namun, lanjut dia, jangan sampai hal tersebut justru membuat para generasi muda lebih jago bahasa Inggris ketimbang Indonesia.

Sementara salah satu guru bahasa Inggris SMA, Atiek, menambahkan, takut dibilang sok Inggris bukan berarti berhenti untuk praktik menggunakan bahasa Inggris. Pasalnya hal itulah yang membuat kemampuan mereka menjadi kurang.

"Padahal kalau di Malaysia atau Singapura bahasa Inggris sudah dipakai secara umum, dari mulai mau ke toilet, tulisan-tulisan di jalan, informasi, dan lain sebagainya. Kita harus ubah mindset, berbicara bahasa Inggris bukan berarti lupa bahasa persatuan," tukasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya