DEPOK - Keberadaan enam danau Universitas Indonesia (UI) penting bagi kesinambungan lingkungan. Danau dengan luas 269.107 meter persegi itu berfungsi sebagai daerah resapan air terbesar untuk Depok dan Jakarta.
Enam danau itu yakni Kenanga, Agathis, Mahoni, Puspa, Ulin, dan Salam yang disingkat KAMPUS. Enam danau itu dibuat secara bertahap sejak 1983 dan diresmikan pada 1987. Saat itu, UI merencanakan konsep kampus hijau yang menyatu dengan alam.
"Namun keberadaan danau UI saat ini memprihatinkan karena penuh dengan sampah dari berbagai pasar dan permukiman sekitar kampus serta terbawa arus Sungai Ciliwung. Hanya Danau Kenanga yang berada di pusat kegiatan kampus UI yang terlihat bersih dibandingkan dengan danau lainnya," kata Ketua Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Fania Khamada dalam Diskusi Publik di Perpustakaan Apung, UI, Selasa (15/12/2015).
Kabid UPT Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) UI, Budi Hartono menyebut, keenam danau tersebut sendiri berfungsi sebagai pengendali banjir dan kekeringan. Namun, fungsi tersebut sudah beralih. Banyak orang memanfaatkan danau sebagai pemancingan. Padahal, fungsi ekologinya besar sekali.
"Selain itu, banyak masalah lain seperti pendangkalan akibat erosi maupun sampah padat yang tidak membusuk, pencemaran air limbah domestik, penurunan keanekaragaman hayati, penangkapan ikan yang berlebihan hingga pertumbuhan gulma air," papar Budi.