JAKARTA - Tahapan rekrutmen kerja biasanya dimulai dengan mengirimkan berkas lamaran dan diakhiri dengan sesi wawancara kerja. Tahukah kamu, ternyata ada beberapa tipe wawancara yang dilakukan perusahaan terhadap para kandidat pegawainya.
Setiap tipe wawancara, menekankan sejumlah hal tertentu. Karena itu, kenalilah tujuh tipe wawancara ini agar mampu memberikan jawaban yang sesuai dengan maksud pertanyaan yang diajukan HRD.
1. Wawancara perilaku
Pada wawancara ini, HRD perusahaan mencoba mencari tahu kepribadian, karakter, serta soft skill yang kamu miliki. Mereka lebih berfokus pada pengalaman, perilaku, pengetahuan, kemampuan yang terkait dengan pekerjaan. Jadi berikan jawaban dengan menceritakan tentang pengalaman kerja, aktivitas serta hobimu sebelumnya.
2. Wawancara teknikal
Disini HRD akan lebih mendalami kemampuanmu sesuai deskripsi pekerjaan. Wawancara ini biasanya dilakukan oleh pegawai yang sudah menempati posisi sama sebelumnya atau yang memiliki pengetahuan di bidang yang dibutuhkan.
3. Wawacara kasus
Di sini, HRD akan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai sebuah kasus dan memintamu untuk memberikan solusinya. Tipe wawancara ini mencari tahu bagaimana cara seseorang memecahkan masalah dan langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mendapatkan solusinya.
4. Wawancara semu
Wawancara semu biasanya merupakan persiapan untuk wawancara sesungguhnya. Tipe wawancara ini biasanya dihelat agensi atau biro perekrut karyawan agar pelamar kerja terbiasa dengan suasana wawancara kerja dan siap menjalaninya.
5. Wawancara grup
Wawancara jenis ini melibatkan beberapa kandidat sekaligus. Tujuannya, mencari kandidat sesuai kualifikasi yang dicari perusahaan dengan kemampuan lebih menonjol di antara orang lain.
6. Wawancara di kampus
Perusahaan juga kerap mencari pegawainya dengan datang langsung ke kampus. Di sanalah mereka akan melakukan wawancara dan mahasiswa biasanya akan merasa lebih nyaman.
7. Wawancara telefon
Banyak juga perusahaan melakukan wawancara kerja, bahkan hingga negosiasi gaji melalui telefon. Perlakukan wawancara telefon seperti wawancara tatap muka dan tetap bersikap profesional.
(Rifa Nadia Nurfuadah)