JAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendirikan sebuah sekolah baru yang terinspirasi sosok Syai'i Maarif. Sekolah tersebut diberi nama Ahmad Syafii Maarif School of Political Thought and Humanity.
Menurut Direktur Pascasarjana UMY, Dr Achmad Nurmandi MSc, sekolah yang baru dibangun ini nantinya mengeksplorasi pemikiran-pemikiran Islam kepada anak-anak bangsa.
"Sekolah ini dapat mengeksplor pemikiran Islam anak bangsa dalam tahapan internasionalisasi dalam bentuk publikasi. Serta mendorong pemikiran-pemikiran ulama yang ada dalam lingkungan Muhammadiyah. Tentunya pemikiran-pemikiran Buya ini nantinya diterjemahkan ke dua bahasa yaitu Arab dan Inggris,“ ungkapnya seperti dilansir laman resmi UMY, Senin (13/7/2015).
Pemikiran Syai'i Maarif, atau yang akrab disapa Buya Syafi'i, memang menarik dicermati. Selain itu, Buya Syafi’i juga dikenal sebagai pribadi yang lembut serta halus.
"Sebenarnya saya ini masih merasa kalau hidup saya ini masih sia-sia. Coba kita lihat saja Bung Hatta pada umur 26 tahun sudah melanglang buana dengan pemikirannya. Seharusnya pemikiran atau gagasan baru itu muncul ketika berumur 30 tahun. Meskipun ide sekolah ini bukan dari pemikiran saya, saya berharap dengan berdirinya sekolah ini dapat bermanfaat bagi para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia,“ ujarnya.
Menurut Ketua Pelaksana ASM School of Political Thought ad Humanity, Profesor Dr Tulus Warsito, tujuan pembentukan sekolah ini adalah agar bisa menyebarluaskan padangan Islam secara konduktif.
“Artinya bahwa kami akan menjadi anak ideologis Buya dan mewarisi pemikiran-pemikirannya, jadi bukan sekadar pengikutnya. Tapi, ide atau pemikiran Buya akan terus kita kembangkan. Saya berharap nantinya lembaga ini dijadikan sebuah lembaga rujukan yang terkemuka dalam kajian mengenai islam moderat yang berkemajuan,” ungkapnya.
Direktur Riset Maarif Institute ini menambahkan bahwa nantinya sekolah tersebut bisa menjadi sebuah ide baru untuk bisa mengembangkan pemikiran serta gagasan Buya. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)