JAKARTA - Terdapat 10.300 naskah kuno dengan usia ratusan tahun di Perpusnas, Jakarta. Hal itulah yang membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan ingin agar semua naskah tersebut bisa dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisa dunia.
"Saat ini, ada sekitar 10.300 naskah kuno yang usianya sudah ratusan tahun," ungkap Anies di Perpusnas, Jakarta, belum lama ini.
Anies memberikan piagam pengukuhan Negarakertagama serta Babad Diponegoro sebagai warisan dokumeter atau ingatan dunia (MoW) Badan Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB kepada Kepada di Perpustakaan Nasional.
"Naskah kuno ini menunjukkan tradisi tulis-menulis sudah ada sejak dahulu kala." ujarnya.
Karena itulah, pemerintah harus bertanggung jawab untuk bisa melestarikan serta memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
Negarakertagama dan Babad Dipanegara telah dikukuhkan pada 2013 lalu di Korea oleh UNESCO. Itu merupakan naskah kuno beraksara dengan bahasa Jawa.
Penulis dari Negarakertagama adalah Mpu Prapanca yang berisi tentang kesaksian pemerintah Majapahit di masa Raya Hayam Wuruk abad ke-14. Negarakertagama sempat hilang bersamaan dengan runtuhnya Majapahit. Lalu ditemukan oleh orang Belanda dan dibawa ke Belanda untuk dipelajari. Sempat disimpan di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda namun dikembalikan lagi ke Indonesia pada 1973. (afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)