Yang Muda yang Memimpin Prospek Kepemimpinan di Daerah

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis
Jum'at 19 Desember 2014 16:15 WIB
Yang Muda yang Memimpin Prospek Kepemimpinan di Daerah (Foto: dok. UMN)
Share :

"Pemimpin transformasional dapat diidentifikasikan dengan sejumlah hal. Pertama, mereka yang memiliki refleksivitas yang memadai. Refleksivitas pada dasarnya merujuk pada kemampuan aktor untuk memonitor tindakan-tindakan dan perilaku mereka. Sebagian besar refleksivitas didasarkan pada pengalaman masa lalu yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang," bebernya.

Kedua, lanjut Gun Gun, pemimpin transformasional harus memiliki basis asketisme politik yang memadai. Asketisme politik secara umum dapat dipahami sebagai upaya menjalankan aktivitas berpolitik berdasarkan pada prinsip kesederhanaan dan etika, serta memproyeksikan tindakannya demi kemaslahatan rakyat banyak.

"Caranya, berpolitik tidak dengan mengedepankan kepentingan pribadi untuk mengejar kekuasaan dan kekayaan semata-mata, melainkan demi kemaslahatan bangsa dan negara. Ketiga, memiliki sumber daya politik yang memadai untuk mendukung performa dan kinerjanya. Pemimpin terpilih harus mengantongi kekuasaan yang sah sebagai produk dari pemilu langsung," ucapnya.

Proses lahirnya pemimpin transformasional memang tidak mudah. Tentu bukan jaminan bahwa pemilu langsung yang demokratis akan otomatis melahirkan pemimpin transformasional.

“Hanya, pemilu demokratis yang berjalan secara reguler dan langsung akan memperbesar kemungkinan lahirnya para pemimpin transformasional tersebut,” ungkapnya.

Kemudian secara khusus Wali Kota Bogor Bima Arya menekankan akan pentingnya sosok seorang pemimpin yang kredibel dan berintegritas. Sebab, seorang pemimpin mengemban amanat banyak orang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya