Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |13:19 WIB
Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya
Pulau Kalimantan. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Memiliki Lahan Gambut yang Kaya Karbon

Jangan Bakar Ikan Asin Atau Terasi di Hutan Kalimantan, Ini Alasannya!

Selain hutan hujan tropis, Kalimantan juga memiliki ekosistem lahan gambut yang berperan penting dalam penyimpanan karbon. Lahan gambut terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang mengalami penguraian secara lambat dalam kondisi basah dan minim oksigen.

Proses ini berlangsung selama waktu yang panjang sehingga membentuk lapisan bahan organik yang dapat menyimpan karbon dalam jumlah besar. Jika kondisi alaminya tetap terjaga, gambut dapat menyimpan karbon selama ratusan hingga ribuan tahun. Karena itu, perlindungan lahan gambut menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sebaliknya, pengeringan lahan gambut untuk pembukaan perkebunan atau penggunaan lahan lainnya dapat meningkatkan risiko kebakaran. Api yang merambat di bawah permukaan tanah juga dapat sulit dipadamkan dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Kerusakan gambut dapat menimbulkan dampak lingkungan yang luas, mulai dari pelepasan karbon hingga penurunan kualitas udara. Oleh sebab itu, pengelolaan air dan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dari upaya pelestarian ekosistem gambut di Kalimantan.

4. Menjadi Habitat Berbagai Satwa Langka

Kalimantan bukan hanya penting bagi iklim, tetapi juga menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna. Sejumlah satwa yang hidup di pulau ini bahkan menghadapi ancaman kepunahan akibat kehilangan habitat dan aktivitas manusia.

Salah satu satwa ikonik Kalimantan adalah orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Primata ini hidup di hutan tropis dan berperan dalam penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Peran tersebut membantu regenerasi tumbuhan dan menjaga keberlangsungan ekosistem hutan.

Selain orangutan, Kalimantan juga menjadi habitat bekantan, beruang madu, burung enggang, serta berbagai jenis tumbuhan endemik. Namun, keberadaan satwa-satwa tersebut sangat bergantung pada kondisi hutan. Penebangan, pertambangan, kebakaran, dan perluasan perkebunan dapat menyebabkan habitat terfragmentasi sehingga satwa kehilangan tempat mencari makan dan berkembang biak.

WWF mencatat kehilangan dan kerusakan habitat menjadi ancaman utama bagi orangutan Kalimantan. Karena itu, menjaga hutan berarti turut melindungi keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

5. Membantu Menjaga Siklus Air dan Iklim

Fungsi hutan Kalimantan tidak berhenti pada penyerapan karbon. Pepohonan juga berperan dalam menjaga siklus air melalui proses evapotranspirasi, yaitu pelepasan uap air dari tanah dan tumbuhan ke atmosfer.

Uap air tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan awan dan hujan. Di samping itu, akar tumbuhan membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, sementara lapisan vegetasi dapat mengurangi limpasan permukaan dan erosi.

Hutan yang terjaga juga membantu mempertahankan kondisi lingkungan di sekitarnya. Sebaliknya, hilangnya tutupan hutan dapat mengubah aliran air, meningkatkan risiko erosi, serta memperbesar kemungkinan banjir dan kekeringan di wilayah tertentu.

Dengan demikian, kelestarian hutan Kalimantan memiliki manfaat langsung bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. Termasuk ketersediaan air serta kestabilan ekosistem.

(Djanti Virantika)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement