Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |13:19 WIB
Kenapa Kalimantan Disebut Paru-Paru Dunia? Ini Penjelasannya
Pulau Kalimantan. (Foto: Freepik)
A
A
A

KALIMANTAN dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hutan hujan tropis yang luas dan kaya akan keanekaragaman hayati. Hutan yang membentang di pulau ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari menyerap karbon dioksida hingga menjadi habitat berbagai satwa langka. Karena peran tersebut, Kalimantan kerap dijuluki sebagai "Paru-Paru Dunia".

Julukan Paru-Paru Dunia bukan sekadar ungkapan untuk menggambarkan hijaunya hutan Kalimantan. Ekosistem hutan tropis di pulau ini berperan dalam menyimpan karbon, menjaga siklus air, serta membantu mengatur iklim.

Namun, apa sebenarnya alasan Kalimantan disebut sebagai Paru-Paru Dunia? Berikut penjelasannya.

5 Daerah Terkaya di Pulau Kalimantan

1. Memiliki Hutan Hujan Tropis yang Luas

Dilansir dari laman Disdikbud Pontianak, salah satu alasan utama Kalimantan mendapat julukan Paru-Paru Dunia adalah keberadaan hutan hujan tropis yang menjadi bagian penting dari ekosistem Pulau Borneo.

Pulau Borneo terbagi menjadi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bagian yang masuk wilayah Indonesia dikenal sebagai Kalimantan. Hutan di pulau ini terdiri atas berbagai ekosistem, mulai dari hutan dataran rendah, hutan pegunungan, hingga hutan rawa gambut.

Hutan hujan tropis memiliki vegetasi yang lebat dan beragam. Pepohonan tumbuh dengan berbagai ukuran, mulai dari tumbuhan bawah hingga pohon-pohon besar yang membentuk kanopi hutan.

Keberadaan vegetasi tersebut membantu menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menyediakan habitat bagi satwa liar, hutan juga menyimpan karbon dan mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), Borneo merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk menjadi habitat bagi orangutan dan ribuan spesies tumbuhan.

2. Menyerap Karbon Dioksida dan Menyimpan Karbon

Hutan Kalimantan berperan penting dalam membantu mengurangi jumlah karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. Gas ini merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Melalui fotosintesis, tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara dan menggunakan energi matahari untuk menghasilkan gula sebagai sumber energi. Proses tersebut juga menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke atmosfer.

Sebagian karbon yang diserap kemudian disimpan dalam batang, cabang, daun, akar, serta tanah. Karena itu, hutan yang terjaga dapat berfungsi sebagai penyerap sekaligus penyimpan karbon dalam jangka panjang.

Meski demikian, kemampuan hutan menyerap karbon tidak selalu sama. Usia pohon, kondisi tanah, jenis vegetasi, dan gangguan lingkungan dapat memengaruhi jumlah karbon yang diserap dan disimpan.

Ketika hutan ditebang atau dibakar, karbon yang tersimpan dalam biomassa dan tanah dapat dilepaskan kembali ke atmosfer. Akibatnya, kerusakan hutan tidak hanya mengurangi kemampuan alam menyerap karbon, tetapi juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement