Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Stefani Yolin, Mahasiswi Asal Asmat Papua Raih Gelar Sarjana Kedokteran FK Unpad di Usia 19 Tahun

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |15:35 WIB
Kisah Stefani Yolin, Mahasiswi Asal Asmat Papua Raih Gelar Sarjana Kedokteran FK Unpad di Usia 19 Tahun
Kisah Stefani Yolin, Mahasiswi Asal Asmat Papua Raih Gelar Sarjana Kedokteran FK Unpad di Usia 19 Tahun (Foto: Unpad)
A
A
A

JAKARTA - Stefani Yolin Israel Kambu, mahasiswi asal Kabupaten Asmat, Papua Selatan, mencatat prestasi sebagai wisudawan termuda program sarjana pada Upacara Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Padjadjaran. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran dari Fakultas Kedokteran Unpad pada usia 19 tahun 2 bulan.

Wisuda tersebut digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, pada 6 Februari 2026.

Dalam wawancara bersama media kampus Unpad, Stefani mengaku prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang sebagai mahasiswa asal Papua di tengah lingkungan akademik yang kompetitif.

“Saya mungkin bukan mahasiswa yang paling menonjol di FK Unpad karena banyak teman yang sangat berprestasi. Tetapi itu justru membuat saya semakin termotivasi untuk berkembang dan membuktikan bahwa anak Papua juga bisa,” ujarnya dilansir dari laman Unpad. 

Impian Sejak Kecil

Sejak duduk di bangku kelas 3 SMA, Stefani telah menargetkan Fakultas Kedokteran Unpad sebagai kampus impiannya. Kesempatan itu datang melalui program beasiswa kedokteran hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Asmat dengan FK Unpad.

Meski memperoleh dukungan beasiswa, Stefani tetap harus mengikuti Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP) sebelum dinyatakan diterima sebagai mahasiswa.

“Puji Tuhan, saya bisa diterima di FK Unpad melalui jalur SMUP. Saya juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan,” katanya.

Selama menjalani pendidikan kedokteran, Stefani mengaku belajar pentingnya disiplin dan manajemen waktu untuk menghadapi padatnya aktivitas akademik. Menurutnya, kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu faktor penting yang membantu dirinya menyelesaikan studi dengan baik.

Ia juga menilai lingkungan belajar di Unpad memberikan dukungan besar, baik dari segi fasilitas maupun kualitas pengajar. Selain fokus pada akademik, Stefani turut aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan serta soft skills sebagai calon dokter.

Stefani pun memberikan pesan penyemangat kepada generasi muda Papua agar tidak ragu memiliki cita-cita tinggi.

“Untuk anak-anak Papua, jangan takut bermimpi besar. Usaha tidak akan mengkhianati hasil, dan bersama Tuhan semua tantangan bisa dilewati. Ingat perjuangan orang tua dan keluarga yang selalu mendukung kita,” ungkapnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement