“Kalau saya lihat IPK bagus, misalnya di atas 3,5, itu biasanya menunjukkan dia punya manajemen waktu yang baik dan mampu memahami materi,” jelasnya.
Misalnya ketika ia melakukan seleksi pada kandidat dengan IPK di atas 3,5, maka hal tersebut menunjukkan bahwa kandidat tersebut memiliki manajemen waktu yang baik dan mampu memahami materi. Namun menurut Vina, angka tersebut tidak cukup untuk menggambarkan kualitas seseorang secara utuh.
Sebagai HR, Vina justru akan menggali lebih dalam saat proses wawancara.
“Saya akan tanya, ‘Selama kuliah ngapain saja?’ Karena IPK itu datangnya dari mana, itu yang penting,” katanya.
Selain itu, Vina mengatakan bahwa IPK tinggi bisa saja hanya menunjukkan bahwa seseorang fokus pada akademik semata, tanpa mengembangkan keterampilan lain. Karena itu, perusahaan kini lebih melihat keseimbangan antara akademik, pengalaman, dan kemampuan interpersonal.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik