Peluncuran Nusantara AI Institute dilakukan pada 27 Maret lalu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Sandiaga Uno dan David Merrill.
Platform ini menawarkan lebih dari 20 kursus AI dengan berbagai kategori, mulai dari pengenalan dasar melalui program Literasi AI, hingga materi lanjutan seperti AI untuk Bisnis dan AI Teknik yang membahas machine learning serta rekayasa sistem. Tujuannya adalah membuat teknologi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Sejak diluncurkan, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 pengguna, mayoritas berasal dari Indonesia.
Pengembangan Nusantara AI Institute juga mendapat dukungan dari Aether AI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan produk kecerdasan buatan dan investasi startup teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menegaskan pentingnya literasi AI di masa depan.
“Ini bukan lagi sekadar keterampilan tambahan. Di masa depan, literasi AI akan menjadi keterampilan mendasar yang sama pentingnya dengan membaca atau menulis, membuka peluang karir baru di setiap sektor,” ujarnya.