Namun, karena ikan sapu-sapu bukan merupakan spesies asli Indonesia, Triyanto menilai alam tidak bisa bekerja sendirian. Perlu ada intervensi manusia untuk mengendalikan jumlah mereka.
"Menurut saya ya, karena dia memang bukan asli di Indonesia dan punya karakter unik, tetap harus ada campur tangan manusia sebagai manajerialnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, Triyanto menekankan bahwa penanganan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terukur. BRIN sendiri mendorong langkah-langkah yang bersifat konservatif namun tepat sasaran.
"Lebih baik kita secara konservatif tapi terukur dan presisi dalam mengendalikan ikan sapu-sapu ini. Saya kurang setuju dengan pemusnahan, alangkah bijaknya penanganan melalui penangkapan yang rutin," tutup Triyanto.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik