Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |15:00 WIB
Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci
Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci (Foto: DPD)
A
A
A

JAKARTA — Penguatan pendidikan vokasi di sektor peternakan mulai diarahkan pada penguasaan keterampilan teknis yang lebih aplikatif, salah satunya inseminasi buatan (IB). Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih siap terjun langsung ke dunia kerja.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026” yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Bandung, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kompetensi di sektor peternakan.

Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelo Wake Kako menilai bahwa pendidikan vokasi perlu lebih menekankan pada keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Salah satu keterampilan yang dinilai krusial adalah inseminasi buatan, yang dapat meningkatkan produktivitas ternak secara signifikan.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun membutuhkan dukungan SDM yang terlatih dan kompeten. Oleh karena itu, pelatihan vokasi yang terintegrasi dengan praktik langsung menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan tersebut.

“Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa baru di bidang ini,” kata Angelo.

Dia menilai inseminasi buatan merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak secara cepat dan terukur. Program ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong “revolusi putih”, yakni target swasembada daging dan susu nasional.

Melalui gerakan “Senator Inseminator”, Angelo aktif turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung inseminasi buatan. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembangunan kesadaran (awareness) masyarakat serta pelibatan aktif (to be involved) peternak lokal.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement