“Pertama, kita bangun kesadaran bahwa swasembada itu penting. Kedua, kita libatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton,” tegasnya.
Di lapangan, pendekatan berbasis vokasi juga mulai diterapkan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peternak dalam memahami dan mempraktikkan teknik inseminasi buatan.
Metode inseminasi buatan sendiri memiliki sejumlah manfaat, seperti meningkatkan kualitas genetik ternak, memperbaiki tingkat reproduksi, serta mengoptimalkan penggunaan bibit unggul. Selain itu, teknik ini juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit pada hewan ternak.
Penguatan pendidikan vokasi di bidang peternakan diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang siap diterapkan. Dengan demikian, sektor ini dapat berkembang lebih produktif sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik