JAKARTA – Saat Hari Raya Idulfitri tiba, ucapan “Minal Aidin Wal Faizin” hampir selalu terdengar dalam momen silaturahmi. Ungkapan ini sudah begitu akrab di tengah masyarakat Indonesia, bahkan sering dianggap sebagai bagian utama dari tradisi Lebaran. Namun, tidak sedikit yang keliru memahami arti sebenarnya dari kalimat tersebut.
Selama ini, banyak orang mengira “Minal Aidin Wal Faizin” berarti “mohon maaf lahir dan batin”. Padahal, makna aslinya tidak seperti itu. Lantas, apa arti yang tepat dari ungkapan ini?
Secara etimologis, frasa ini berasal dari bahasa Arab dan tersusun dari beberapa kata:
Jika dirangkai, kalimat ini bermakna:
“Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan menjadi golongan yang menang.”
Makna “kembali” merujuk pada kondisi suci setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Sementara “menang” menggambarkan keberhasilan dalam mengendalikan diri dan meraih ketakwaan.