Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Kampanye Politik di Indonesia dari Kacamata Communication Accommodation Theory

Opini , Jurnalis-Sabtu, 05 Oktober 2024 |10:48 WIB
Menilik Kampanye Politik di Indonesia dari Kacamata <i>Communication Accommodation Theory</i>
Menilik Komunikasi Politik dari Kacamata Communication Accommodation Theory. (Ilustrasi : Freepik)
A
A
A

Teori yang dikemukakan oleh Howard Giles pada tahun 1973 ini lebih dikenal dengan sebutan Speech Accommodation Theory pada awalnya, namun kemudian diubah menjadi Communication Accommodation Theory seiring dengan perkembangan pemahamannya. Teori ini beranggapan bahwa individu akan mengubah cara berkomunikasi untuk menyesuaikan dengan lawan bicara atau audiensnya, dengan motif untuk menyamakan atau justru membedakan dirinya dengan orang tersebut. Cara berkomunikasi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada perilaku verbal, bisa jadi meluas pada gestur, perilaku hingga microexpression yang dimiliki individu tersebut pada saat terjadinya komunikasi ini.

Strategi kampanye yang saat ini marak seperti jargon “Oke, Gas!”, “Sat Set, Selesai”, “Jakarta Menyala”, “Jakartaku Aman, Selamatkan Jiwa Bisa Membuat Perut Kenyang” dan “Indonesia Adil Makmur untuk Semua” dapat diklasifikan sebagai bentuk dari strategi komunikasi pecahan teori CAT ini. Strategi komunikasi ini disebut dengan Convergence yang berarti seorang individu mengadaptasi pola komunikasi pada interaksi, sehingga individu akan semakin terlihat memiliki kesamaan dengan audiens atau lawan bicaranya.

Pada konteks kampanye, informasi yang disebarkan dan dibungkus dengan jargon yang menarik dan mudah diingat ini memang diperuntukkan bagi mayoritas masyarakat Indonesia yang memiliki minat yang sama. Secara tidak langsung hal ini akan memancing simpati dari Pemilih kepada Peserta Pemilu, dan akan secara sadar/tidak sadar menimbulkan ketertarikan untuk memperhatikan visi misi Peserta Pemilu hingga bahkan akhirnya memilih Peserta Pemilu tersebut.

Sebagai salah satu masyarakat Indonesia, kita harus selalu berpikir kritis dengan visi misi yang dibawakan oleh setiap Peserta Pemilu. Senantiasa memiliki kesadaran diri dan menentukan pilihan pada Peserta Pemilu yang sesuai dengan diri kita. Pemilihan Kepala Daerah segera tiba, pilihlah calon Kepala Daerah yang sesuai dengan visi dan misi hidup kita. Salam demokrasi!

Penulis :

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement