Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Urbanisasi Usai Mudik Lebaran 2024, dari Desa ke Kota

Saskia Adelina Ananda , Jurnalis-Kamis, 11 April 2024 |11:14 WIB
Waspada Urbanisasi Usai Mudik Lebaran 2024, dari Desa ke Kota
Waspada Urbanisasi Besar-besaran Usai Mudik Lebaran 2024. (Foto: Okezone.com/Antara)
A
A
A

JAKARTA - Mudik menjadi tradisi tahunan yang identik dengan perayaan Idul Fitri. Selain menjadi momen yang ditunggu setiap tahun, tidak dipungkiri bahwa terdapat berbagai masalah pada saat musim mudik. Salah satunya fenomena kemacetan saat mudik.

Kemacetan saat mudik Lebaran merupakan permasalahan tahunan yang melanda Indonesia. Berdasarkan data Kemenhub, kemacetan di arus mudik 2024 dapat semakin bertambah, dengan jumlah pemudik yang diprediksi mencapai 28,4 juta orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 18,3 juta orang.

Pakar Tata Kota dari Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK ITB), I Gusti Ayu Andani menyatakan, fenomena mudik sangat erat dengan proses urbanisasi.

Di mana penduduk beralih dari pedesaan ke kota. Hal ini juga dipengaruhi oleh pembangunan yang terpusat di kota-kota besar yang menarik penduduk dari berbagai wilayah untuk mencari pekerjaan dan peluang ekonomi yang lebih baik.

Hal tersebut akhirnya menciptakan konsentrasi penduduk di area perkotaan. Urbanisasi yang cepat dan tidak terkendali dapat menyebabkan tekanan besar pada infrastruktur kota, termasuk sistem transportasi.

"Mudik dalam skala besar menambah tekanan ini karena sistem transportasi harus menangani volume pergerakan orang yang jauh lebih tinggi dalam waktu singkat," ujarnya dalam keterangan ITB, Kamis (11/4/2024).

Masalah perbedaan ekonomi antar wilayah yang menyebabkan migrasi besar-besaran ke kota-kota besar, juga dapat meninggalkan beberapa daerah dengan sedikit pengembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang tidak merata.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement