Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Tips Peneliti Tolak Ajakan Teman Tanpa Menyinggung Perasaan Orang Lain

Adzira Febriyanti , Jurnalis-Kamis, 21 Desember 2023 |19:18 WIB
Ini Tips Peneliti Tolak Ajakan Teman Tanpa Menyinggung Perasaan Orang Lain
Tips menolak ajakan teman (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Saat diajak atau diundang teman untuk menghadiri sebuah acara, tentunya kita sulit berkata tidak. Sebuah studi meneliti bagaimana seseorang menolak undangan orang lain tanpa merasa tidak enak atau menyinggung perasaan orang lain.

"Saya pernah menghadiri sebuah acara yang sebenarnya tidak ingin saya hadiri. Namun, saya tetap hadir karena takut orang yang mengundang saya itu akan marah, tetapi jika saya tidak hadir dan hal itu akan terjadi pengalaman yang biasa," kata penulis utama Julian Givi seorang Psikolog di West Virginia University dilansir dari Science Alert, Kamis (21/12/2023).

"Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa dampak negatif tidak separah yang kita perkirakan," kata Givi.

 BACA JUGA:

Dilansir dari Science Alert, Kamis (21/12/2023), dalam studi percontohan, dari tiga perempat responden melaporkan mereka telah menerima undangan. Mereka memilih untuk menolaknya agar tidak menyinggung orang yang mengundang mereka.

Para peneliti Givi dan rekan penulis Colleen Kirk, seorang profesor di New York Institute of Technology, melakukan lima percobaan dengan lebih dari 2.000 peserta. Salah satu eksperimen, Givi dan Krik menguraikan sebuah skenario seorang teman mengundang teman lainnya untuk makan malam di sebuah restoran yang menampung seorang koki selebriti, dalam subjek sebagai pengundang atau yang diundang.

 BACA JUGA:

Para peneliti menemukan subjek yang membayangkan, tidak sering untuk mengharapkan dampak langsung terhadap hubungan tersebut. Para peneliti juga mencatat, cenderung bahwa pengundang akan merasa marah, kecewa dan enggan mengundang mereka ke acara mendatang dibandingkan dengan para pengundang yang menilai reaksi para pengundang setelah mengetahui penolakan tersebut.

Dalam eksperimen lain, Givi dan Krik merekrut 160 orang beserta pasangannya untuk melakukan sebagai "survei pasangan." Menjalin hubungan kurang dari enam bulan itu terdiri sebanyak 4% , sementara 1% telah bersama selama 6 - 12 bulan itu mencapai 21% selama 1 hingga 5 tahun dan 74% selama lebih dari tahun.

 BACA JUGA:

"Kadang - kadang menolak undangan mungkin tidak hanya lebih dapat diterima secara sosial daripada yang kita pikirkan," kata Givi.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement