Jika dapat disimpulkan, melalui eksperimen tersebut ditemukan bahwa ketika otak tidak menerima stimulus, otak dapat merespon di mana gambaran mental dapat membentuk ulang respons otak terhadap rangsangan di masa depan. Akan tetapi, belum diketahui secara jelas apakah hipotesis ini juga berlaku terhadap manusia.
Terdapat penelitian lainnya yang mengatakan bahwa orang yang lebih sering melamun lebih baik dalam mengingat kenangan dalam suasana yang mengganggu. Di satu sisi, perlu diingat bahwa beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa terlalu banyak melamun atau melamun tentang hal yang salah dapat berdampak negatif pada kognisi manusia.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik