Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmuwan Harvard University Ungkap Manfaat Melamun yang Jarang Diketahui

Timothy Gishelardo , Jurnalis-Rabu, 20 Desember 2023 |06:15 WIB
Ilmuwan Harvard University Ungkap Manfaat Melamun yang Jarang Diketahui
Ahli Harvard University mengungkap manfaat melamun (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Mungkin banyak orang yang sering mengatakan bahwa melamun merupakan salah satu kebiasaan yang buruk. Akan tetapi, kebiasaan itu ternyata memiliki suatu manfaat penting yang jarang banyak orang ketahui.

Melansir dari laman Science Alert, Rabu (20/12/2023), ilmuwan di Harvard University menemukan bukti awal bahwa ketika tikus melamun atau secara diam-diam merenungkan sesuatu, otak mereka terhubung kembali dengan cara yang berguna untuk memori dan pembelajaran. Hipotesis ini muncul setelah penelitian pada tikus yang masih dapat memvisualisasikan gambar di mata batinnya meskipun setelah gambar tersebut dihilangkan dari pandangannya.

 BACA JUGA:

'Lamunan' ini adalah hasil efek dimana korteks visual sibuk memvisualisasikan suatu gambar yang sudah tidak ada lagi, hanya terjadi ketika mouse tidak distimulasi, dalam keadaan tenang dan rileks dengan pupil yang kecil.

Ketika melamun, otak akan bekerja seperti ketika kita sedang bermimpi saat tidur. Efek keduanya mirip karena keduanya mengkonsolidasikan ingatan dan meningkatkan pembelajaran .

Keadaan mimpi dan tanpa rangsangan inilah yang menurut para ilmuwan di Harvard dapat memiliki efek serupa pada tidur, mengonsolidasikan ingatan dan meningkatkan daya belajar.

Ahli neurobiologi, Nghia Nguyen dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan 13 tikus. Mereka diperlihatkan dua gambar hitam-putih berbeda sebanyak 64 kali sepanjang hari selama dua detik dalam lingkungan yang tidak menstimulasi.

Selama beberapa hari, eksperimen tersebut diulang terus menerus, sambil tim peneliti Harvard memeriksa aktivitas listrik dari 7.000 neuron dalam otak delapan tikus. Ini mencakup sel saraf di korteks visual dan hipokampus, area yang erat kaitannya dengan penggabungan memori.

Masing-masing dari dua gambar tersebut pada akhirnya menghasilkan pola aktivitas saraf yang berbeda di korteks visual lateral pada tikus. Bagian otak ini terkait dengan pengenalan objek dan pemisahan ciri-ciri bentuk.

 BACA JUGA:

Temuan ini menunjukkan bahwa otak tikus mengkode setiap gambar dengan pola aktivitas saraf yang unik. Menariknya, setelah gambar-gambar itu digantikan oleh layar komputer kosong, korteks visual tikus kadang-kadang 'diaktifkan kembali', menunjukkan pola neuron mirip dengan gambar yang dihapus.

Hal tersebut menandakan bahwa otak secara efektif mengkodekan informasi visual tanpa adanya stimulus. Itu juga yang menunjukan bahwa melamun dapat memengaruhi proses tersebut dengan memisahkan pola saraf yang terkait dengan dua gambar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement