Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riwayat Pendidikan Oman Fathurahman, Jebolan S3 UI Peraih Penghargaan Habibie Prize 2023

Richard Ariyanto , Jurnalis-Minggu, 12 November 2023 |09:30 WIB
Riwayat Pendidikan Oman Fathurahman, Jebolan S3 UI Peraih Penghargaan Habibie Prize 2023
Oman Fathurahman menerima Habibie Prize 2023 (Foto: Richard Ariyanto)
A
A
A

JAKARTA – Oman Fathurahman meraih penghargaan Habibie Prize 2023. Dia adalah akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berkat naskah kuno, dia meraih penghargaan tersebut.

Dikutip dari video profilnya, Minggu (12/11/2023), dia memiliki nama lengkap Prof. Dr. Oman Fathurahman, M.Hum. Lahir pada 8 Agustus 1969 di Kuningan, Jawa Barat. Lulusan dari SMAN Cipasung Tasikmalaya pada 1987, Oman terpaksa “mondok” di pesantren terpencil di Haurkuning, Salopa, karena kendala ekonomi.

 BACA JUGA:

Setahun kemudian, ia nekat ke Jakarta untuk mengadu nasib demi mengejar cita-cita. Berbagai pekerjaan ia lakoni agar dapat mengumpulkan biaya kuliah. Awalnya, ia menjajakan rokok dan permen dengan berjalan kaki dari Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia kemudian menjadi buruh kasar di sebuah perusahaan percetakan.

Pada 1990, ia berkesempatan kuliah setelah diterima di Jurusan Bahasa dan Sastra Arab pada Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia membiayai kuliahnya sendiri dengan berjualan jam tangan, batik, dan kacamata. Selain itu, ia aktif berorganisasi bahkan sempat menjabat ketua senat mahasiswa dan ketua komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di fakultasnya.

Lulus dengan predikat cumlaude pada 1994, ia mulai berkenalan dengan manuskrip. Berkolaborasi dengan Chambert-Loir, ia menghasilkan karya pertamanya berjudul Khazanah Naskah: Panduan Koleksi Naskah Indonesia se-Dunia (EFEO-YOI, 1999). Ini adalah buku babon semacam “mbahnya katalog manuskrip” yang menjadi kajian utama para pengkaji manuskrip Nusantara di seluruh dunia.

 BACA JUGA:

Pada 1998, atas beasiswa dari Yayasan Naskah Nusantara (Yanassa), ia menyelesaikan studi Magister di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Sejak itu, ia menggariskan perjalanan hidupnya dengan manuskrip Nusantara. Ia mengembara ke kantong-kantong manuskrip seperti di Minangkabau, Sumatera Barat. Bermodal beasiswa dari the Ford Foundation, pada 2003 Oman berhasil meraih gelar doktornya di kampus yang sama.

Apakah kalian ingat dengan beasiswa Chevening dari kedubes Inggris? Ternyata, Oman juga mendapatkan program beasiswa Chevening juga loh! Oman memperoleh beasiswa tersebut untuk melakukan riset di Universitas Oxford, Inggris.

 BACA JUGA:

Pada periode yang sama, koleganya di Sophia University juga mengajak Oman berkolaborasi melakukan penyelamatan dan penelitian manuskrip Melayu Islam di Marawi City, Mindanao, Filipina Selatan.

Oman bermukim di Ciputat, Tangerang Selatan, bersama sang istri, Husnayah Al-Hudayah, dan ketiga putranya, yaitu Fadli Husnurrahman, Alif Alfaini Rahman, dan Jiddane Asykura Rahman. Di media sosial, ia dapat disapa melalui akun Twitter: @ofathurahman, Facebook: @Oman Fathurahman, dan Instagram: @ofathurahman.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement