JAKARTA – Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi di Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, menerima penghargaan Habibie Prize 2023. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Yayasan SDM Iptek kembali menyelenggarakan Habibie Prize 2023.
Pria berusia 54 tahun itu menjadi satu-satunya peraih Habibie Prize dalam bidang agama, filsafat, dan kebudayaan. Penghargaan diberikan karena Oman menekuni kajian naskah kuno. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi hal itu.
BACA JUGA:
“Di tahun 2023 ini, pemberian Habibie Prize diberikan pada 10 November, bersamaan dengan Hari Pahlawan. Kita ingin menunjukkan bahwa para penerima Habibie Prize juga merupakan pahlawan yang memiliki kontribusi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bermanfaat secara berarti bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian,” kata Handoko kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/11/2023).
Dia mengatakan penerima Habibie Prize dipilih melalui proses seleksi Panitia Habibie Prize. Proses tersebut dilakukan melalui metode seleksi penilaian Dewan Juri yang ketat dan berasal dari para tokoh dan ilmuwan yang handal di bidangnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, Penerima Habibie Prize 2023, Oman Fathurahman mengaku tidak pernah membayangkan ketekunannya dalam melakukan kajian-kajian naskah kuno diganjar dengan penghargaan Habibie Prize. “Saya tidak pernah membayangkan akan sampai pada tahap ini,” kata Oman.
Menurut Oman, pembangunan Indonesia Emas 2045 tidak boleh melupakan kearifan lokal dalam manuskrip. “Catatan-catatan tentang apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi pengetahuan berharga bagi generasi Indonesia 100, 200, bahkan 1.000 tahun mendatang, sebagaimana hari ini kita memahami manuskrip kuno. Karena itu, penting bagi setiap kita untuk menorehkan catatan rekam jejak yang baik,” kata Oman.