Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Mahasiswa Kena Sindrom Nasi Goreng hingga Meninggal Dunia, Begini Ceritanya

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Senin, 06 November 2023 |13:52 WIB
Viral Mahasiswa Kena Sindrom Nasi Goreng hingga Meninggal Dunia, Begini Ceritanya
Mahasiswa ini kena sindrom nasi goreng (Foto: Harvard University)
A
A
A

JAKARTA – Seorang mahasiswa di Belgia, Eropa, meninggal dunia setelah menyantap makanan yang sudah dihangatkan kembali. Kok bisa? Kenapa?

Diduga dia terkena sindrom nasi goreng. Sindrom nasi goreng sendiri merupakan suatu masalah kesehatan yang timbul akibat seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah dimasak, dan disimpan di suhu ruangan cukup lama. Sehingga ia mengalami keracunan dan akhirnya meninggal dunia.

 BACA JUGA:

Dilansir dari laman New York Post, Senin (6/11/2023), pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut berasal dari Belgia. Dokter yang merinci kasus itu mengatakan kalau ia kemungkinan meninggal akibat bakteri Bacillus cereus, yaitu bakteri berisiko muncul di dalam makanan, khususnya pada makanan yang sudah dimasak dan berada di suhu ruangan, sehingga pada tahun 2008 ia meninggal dunia di usianya yang genap 20 tahun.

Suatu hari, pria itu juga terlihat memasak spageti atau pasta dengan meletakkannya di wadah plastik seperti kotak bekal. Ia berniat untuk menyimpannya beberapa hari ke depan, sehingga ketika ia ingin memakannya, ia hanya tinggal menambahkan beberapa saus dan memanaskannya kembali.

 BACA JUGA:

Namun, sayangnya setelah lima hari kemudian makanan tersebut dibiarkan di suhu ruangan, dan ia panaskan kembali, ketika makanan itu hendak dimakan, ia merasa kalau makanan tersebut telah memiliki rasa yang berbeda, hanya saja ia mengira kalau itu semua berasal dari saus yang ia gunakan. Setelah habis makanan itu disantap, ia pun melanjutkan kegiatan lainnya berupa olahraga selama 30 menit, dan dari sanalah awal gejala dimulai, sesampainya di rumah pria itu mendadak merasa mual, sakit perut, dan sakit kepala, sehingga ketika pulang ia muntah-muntah selama beberapa jam dan merasakan kembali dua kali saat tengah malam namun disertai diare cair.

Pria itu tidak mengkonsumsi obat apapun, ia hanya minum air putih dan mencoba menidurkannya dengan harapan keadaannya bisa lebih baik. Keesokan harinya sekitar pukul 11 pagi orangtuanya khawatir karena terlihat belum bangun, saat mereka mengecek ke dalam kamarnya ternyata justru menemukan pria itu sudah meninggal dunia.

 BACA JUGA:

Tim medis memeriksa kalau pria atau mahasiswa itu meninggal dunia setelah 10 jam mengkonsumsi spaghetti yang dimakannya, dan hasil otopsi lima hari kemudian juga menemukan kalau pria itu mengalami nekrosis hati sentrililobular sedang, hal itu juga yang mengakibatkan hatinya mati tidak bekerja.

Sedangkan pada saus dan sisa pasta yang ia makan dikirim ke Laboratorium Referensi Nasional untuk Wabah Food-borne sebagai evaluasi, dan menemukan bahwa sebagian besar bakteri yang ditemukan adalah Bacillus cereus, yang mana pada kasus ini bakteri kemungkinan hanya menimbulkan infeksi.

(Marieska Harya Virdhani)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement