Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Psikolog Michigan State University Meneliti Korelasi Minum Kopi dan Kurang Tidur

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Senin, 21 Agustus 2023 |07:00 WIB
Psikolog Michigan State University Meneliti Korelasi Minum Kopi dan Kurang Tidur
Ahli Michigan State University meneliti korelasi minum kopi dan kurang tidur (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Minum kopi sering dijadikan alasan saat seseorang susah tidur. Mitos atau fakta?Profesor Psikologi, Michigan State University, Kimberly Fenn, meneliti hubungan minum kopi dan kurang tidur. 

Sebagai seorang psikolog yang mempelajari cara tidur bermanfaat bagi ingatan, dia juga tertarik pada bagaimana kurang tidur merusak ingatan dan kognisi. Setelah beberapa penelitian awal tentang kurang tidur dan pengakuan palsu, siswanya di Laboratorium Tidur dan Pembelajaran Michigan State University dan dia ingin melihat intervensi apa yang dapat membalikkan efek negatif dari kurang tidur.

 BACA JUGA:

"Kami menemukan jawaban sederhana, tidak ada pengganti untuk tidur," tuturnya seperti dilansir dari Science Alert, Senin (21/8/2023). 

Kurang tidur merusak daya pikir

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah mengetahui bahwa kurang tidur mengurangi kemampuan untuk mempertahankan perhatian seseorang.  Ketika diminta untuk memantau layar komputer dan menekan tombol setiap kali titik merah muncul, peserta yang kurang tidur lebih cenderung kehilangan fokus. 

Mereka tidak melihat titik merah terang dan gagal merespons dalam waktu setengah detik. Kehilangan perhatian ini disebabkan oleh penumpukan tekanan untuk tidur dan lebih sering terjadi pada titik-titik dalam siklus sirkadian 24 jam ketika tubuh berharap untuk tidur.

 BACA JUGA:

"Jadi, tim saya dan saya berusaha menentukan bagaimana membuat orang tetap terjaga selama satu malam memengaruhi berbagai jenis pemikiran. Kami meminta peserta melakukan berbagai tugas kognitif di malam hari sebelum kami secara acak menugaskan mereka untuk pulang dan tidur atau tetap terjaga sepanjang malam di laboratorium," ucapnya 

Para peserta yang diizinkan tidur kembali di pagi hari, dan semua orang menyelesaikan tugas kognitif lagi. Seiring dengan gangguan fokus, mereka juga menemukan bahwa kurang tidur menyebabkan lebih banyak kesalahan menempatkan benda. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement