Memiliki objek. Hal ini berarti kita menempatkan sejarah sebagai ilmu yang harus memilih objek untuk dapat diamati. Pasalnya objek merupakan bukti suatu peristiwa pernah terjadi.
Empiris. Maksud dari empiris adalah informasi sejarah yang berasal dari pengamatan, fakta, dan dokumentasi. Baik secara tertulis maupun non tulis.
Metode ilmiah. Proses penelitian sejarah wajib melibatkan metode-metode ilmiah mulai dari mengumpulkan data, bukti, hingga dalam penarikan kesimpulan.
Generalis: Artinya sejarah harus memiliki keteraturan, tujuannya agar dapat diaplikasikan secara umum.
Teori dan kerangka pemahaman. Sejarah sebagai ilmu melibatkan teori-teori untuk membantu menjelaskan pola yang terjadi dan berbagai peristiwa lainnya yang juga terjadi.
Demikian informasi 5 contoh sejarah sebagai ilmu, ciri-ciri dan penjelasan lengkap. Terimakasih.
(Hafid Fuad)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik