BANDARLAMPUNG - Kekerasan di dunia pendidikan masih terus terjadi. Di Lampung, kekerasan paling banyak terjadi di tingkat SMP.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 307 orang telah menjadi korban kekerasan. Berdasarkan laman resmi Instagram @dinas_pppa_lampung, tercatat 307 orang korban kekerasan tersebut merupakan periode Januari sampai dengan Juni 2023 dengan jumlah kasus 285.
BACA JUGA:
Adapun rincian 307 orang itu di antaranya Lampung Tengah 73 orang, Bandarlampung 56, Way Kanan 35, Lampung Timur 30, Tulang Bawang Barat 17, Tulang Bawang 16, Pesisir Barat 13, Lampung Selatan dan Tanggamus 12, Pesawaran 11, Mesuji 10, Lampung Utara dan Pringsewu 7, Metro 5, serta Lampung Barat 3.
Selain itu, dalam postingan tersebut Dinas PPPA menyebutkan, korban kekerasan terbanyak dialami oleh anak Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP) dengan persentase 36,2 persen atau 112 orang atau sepertiga. Posisi kedua Sekolah Dasar (SD) 20,7 persen atau 64 orang, lalu Sekolah Menengah Atas (SMA/SLTA) 19,4 persen atau 60 orang.
BACA JUGA:
Sementara, korban kekerasan mayoritas dialami oleh anak-anak dengan persentase 79,2 persen atau 243 anak, sedangkan 20,8 persennya dialami oleh dewasa atau 64 orang. Bentuk kekerasannya yakni kekerasan seksual 220 orang, psikis 71 orang, kekerasan fisik 45 orang, eksploitasi 13 orang, penelantaran 6 orang, trafficking 4 orang, dan 17 kekerasan lainnya. Tidak hanya di sekolah, tempat kejadian kekerasan itu juga terjadi di rumah tangga, sekolah, fasilitas umum, dan lainnya.
(Marieska Harya Virdhani)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik