Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Joni Warsito, Aktivis Nias ke Jakarta Naik Motor Demi Ketemu Mendikbudristek

Jonirman Tafonao , Jurnalis-Kamis, 06 Juli 2023 |14:43 WIB
 Joni Warsito, Aktivis Nias ke Jakarta Naik Motor Demi Ketemu Mendikbudristek
Aktivis Nias, Joni Warsito (foto: dok ist)
A
A
A

Usahanya itu pun tak sia-sia dan sudah mulai menunjukkan hasil. Tahun ini, ada sekitar delapan orang yang lolos PTN dari 12 orang yang difasilitasinya. Kerinduannya, semakin banyak anak Nias yang ikut test PTN, maka akan semakin besar juga peluang untuk lolos di PTN.

Akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau biayanya, tentu amat dibutuhkan oleh warga Nias. Semakin banyak anak-anak Nias yang menikmati pendidikan terbaik, maka akan membuat sumberdaya manusia (SDM) Nias semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dibenaknya, SDM Nias yang semakin meningkat itulah yang akan mengangkat Nias dari status termiskin dan daerah tertinggal. Selama ini, belasan ribu tamatan SLTA di setiap tahunnya di Kepulauan Nias terkendala jarak, waktu dan biaya untuk mengikuti ujian masuk PTN.

Padahal, kesempatan untuk kuliah di PTN merupakan impian anak-anak Nias yang sebagian besarnya berasal dari keluarga miskin dan sederhana.

Tahun 2023 ini, ada sekitar 17.492 anak Nias lulusan SLTA dari 242 sekolah. Sebagian besar di antaranya sulit dan gagal mengikuti seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) PTN.

Untuk bisa ke Medan, harus melewati jalur laut semalaman dari Gunungsitoli ke Sibolga, lalu sekitar 8 jam naik kendaraan dari Sibolga ke Medan. Naik pesawat, tentu sangat mahal. Pulang pergi sekitar Rp 2,5 juta. Belum lagi biaya penginapan.

Tentu tidak mudah bagi anak kampung menembus belantara Kota Medan, terutama yang tidak punya keluarga atau kenalan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement