Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Curhatan Sarjana Teknik Mesin UI Kalah Saing dengan Lulusan STM di Dunia Kerja

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Rabu, 31 Mei 2023 |13:21 WIB
Viral Curhatan Sarjana Teknik Mesin UI Kalah Saing dengan Lulusan STM di Dunia Kerja
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA- Viral curhatan sarjana Teknik Mesin UI kalah saing dengan lulusan STM di dunia kerja memang menarik untuk diulas.

Hal ini berawal dari media osial Twitter dihebohkan dengan kabar bahwa seorang lulusan sarjana Universitas Indonesia (UI) Jurusan Teknik Mesin 2022 kalah saing dengan lulusan STM saat melamar kerja di PT PAL Indonesia (Persero).

Ya, rupanya ini berdasarkan tangkapan layar yang diunggah oleh pengamat penerbangan, Gerry Soejatman dalam akun Twitternya @GerryS.

Dalam cuitan tersebut seseorang yang merupakan alumni Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI) merasa kecewa dan tak adil lantaran lulusan STM yang menjadi saingannya tersebut langsung negosiasi dalam hal gaji. Alumni yang tak dicantumkan namanya itu pun merasa tak masuk akal bahwa lulusan kampus ternama di Indonesia kalah dengan lulusan STM.

Bahkan, sang pemilik Ijazah STM tersebut juga berhasil menggeser 15 pelamar lain yang merupakan pemegang ijazah Sarjana (S1).

"Bener-bener stress dan gak bisa diterima akal sih, ceritanya saya melamar kerja di PT PAL. Saya lulusan UI Teknik Mesin 2022. Saya beserta teman-teman ada 15 orang tapi dikalahin sama bapak-bapak umur 30-an. Bapaknya juga hanya lulusan STM + sertifikat Welding dan pengalaman kerja di Italia Eropa tepatnya di Fincantieri katanya," tulisan dalam unggahan Gerry.

Ia pun merasa miris kepada PT. PAL Indonesia (Persero) yang dianggapnya tak percaya dengan sarjana di negaranya sendiri.

"Gak masuk akal banget lulusan UI kalah sama lulusan STM, walau oke sih bapaknya punya pengalaman kerja di Eropa. Apakah perusahaan sekarang tidak percaya pada sarjana-sarjana di negara sendiri ya, ini malah bapak-bapak ijazah cuma STM diterima," tambahnya.

Curhatan itu pun ditanggapi oleh Gerry yang ditanggapi bersamaan dengan unggahan tangkapan layar curhatan lulusan UI itu. Baginya, ijazah itu penting, namun pengalaman, pemahaman, dan attitude itu jauh lebih penting.

"Kalau saya butuh engineering design and solutions, tentu saya akan lebih consider si lulusan teknik mesin ini, tapi kalau saya butuh hull welder, shift supervisor, atau project troubleshooter, atau project manager, mungkin akan pilih si bapak-bapak lulusan STM dengan sertifikat welding dari Fincantieri. Sertifikat Welder itu gak sembarangan. Butuh pengalaman, dan harus uji ulang secara berkala," jelasnya menanggapi curhatan tersebut.

Ia pun menambahkan jika menerima application alumni tersebut maka tangannya langsung bergerak secara otomatis menaruh application file-nya ke tumpukan yang ditolak.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement