TANGERANG - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berupaya terus mewujudkan literasi digital pada santri di Indonesia. Demi mewujudkan impia itu, pemerintah kini turur menggandeng swasta.
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek, Nizam menegaskan pihaknya masih berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan digital.
Hal itu ia sampaikan dalam acara penandatanganan nota kesepakatan dengan perusahaan penyedia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global Huawei, di Tangerang, Banten, Rabu (4/4/2023)
“Selama ini kita sudah kerja sama dengan hampir semua perusahaan teknologi, karena memang transformasi digital ini perlu kita kembangkan, utamanya soal riset dan pengembangan, serta literasi teknologi,” kata Nizam dikutip Antara.
BACA JUGA:
Nizam menjelaskan, kerja sama itu dijalankan melalui donasi perangkat penunjang telekomunikasi dalam rangka meningkatkan kegiatan belajar-mengajar sejumlah pondok pesantren dan panti asuhan pada 14 kota di Indonesia.
Selain penyediaan perangkat, kerja sama berupa program Digisantri. Dalam Digisantri, para santri akan mendapat pelatihan bersertifikasi serta kesempatan mengikuti kompetisi TIK baik tingkat nasional maupun global.
BACA JUGA:
Nizam mengatakan kerja sama ini juga untuk memperkuat program Kampus Merdeka dan Kedaireka.
“Program ini beberapa contohnya kami meminta perusahaan untuk menerima para mahasiswa dalam program magang dan mikrokredensial seperti pelatihan-pelatihan selama satu semester, sangat intensif tentang teknologi, cloud computing, dan artificial intelligence,” imbuhnya.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kantor Staf Presiden (KSP), Abetnego Tarigan mengatakan ini adalah upaya pemenuhan target 9 juta sumber daya manusia yang menguasai teknologi digital terdepan hingga 2030.
Sementara pada kerjasama Digisantri kali ini, perusahaan dan pemerintah akan melatih sebanyak 100 ribu talenta digital di Tanah Air hingga tahun 2024.
“Talenta digital yang andal, mumpuni, dan berkarakter merupakan aset yang berharga bagi negara guna memaksimalkan pertumbuhan ekonomi pada era digital,” jelas Abetnego.
Ia mengatakan pesantren sesungguhnya memiliki porsi yang signifikan dalam mengembangkan talenta-talenta digital yang dapat mendorong transformasi perekonomian Indonesia.
Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Agama per September 2022, terdapat lebih dari 26 ribu pesantren dan 1,64 juta santri di seluruh Indonesia.
( Muhammad Fadli Rizal)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik