Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saat Mahasiswa Alami Anxiety dan Depresi

Aurora Rafi N , Jurnalis-Kamis, 30 Maret 2023 |06:01 WIB
Saat Mahasiswa Alami Anxiety dan Depresi
Ilustrasi (Freepik)
A
A
A

WHO (2018) mencatat setiap tahunnya ada lebih dari 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri. Bunuh diri juga menjadi urutan kedua penyebab kematian pada remaja dalam rentang usia 15-19 tahun. Depresi menjadi penyebab utama dari bunuh diri.

Tentu saja fenomena bunuh diri ini tidak mungkin hanya disebabkan oleh sebuah alasan tunggal. Ide bunuh diri muncul karena berbagai tekanan yang ada dan terus dipendam hingga individu mengganggu kejiwaan seseorang.

Selain itu, perkembangan sosial media yang canggih juga bisa mempengaruhi mental seseorang. Seringkali media sosial dipenuhi narasi kesuksesan orang lain di umur yang sangat muda, magang di perusahaan terkenal, gaji yang tinggi, hingga prestasi- prestasi luar biasa yang diraih.

Alih-alih menjadi motivasi agar lebih semangat, namun nyatanya banyak remaja yang malah merasa stress karena merasa tertinggal. Padahal, kehidupan bukanlah sesuatu yang bisa dibanding-bandingkan.

Stigma dan Empati

Tidak seperti kesehatan fisik, terkadang kesehatan mental yang di alami seseorang hanya diabaikan begitu saja.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement