Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saat Mahasiswa Alami Anxiety dan Depresi

Aurora Rafi N , Jurnalis-Kamis, 30 Maret 2023 |06:01 WIB
Saat Mahasiswa Alami Anxiety dan Depresi
Ilustrasi (Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Di bulan November 2022 ini, masyarakat dikejutkan dengan berita yang memprihatinkan. Salah satu mahasiswa mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi sebuah rumah kosong di kawasan Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Menurut informasi yang beredar, korban mengakhiri hidupnya karena tugas kampus yang begitu padat.

Kemudian pada Oktober 2022, kita juga mendapatkan kabar mengenai peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Masa (UGM). Korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi karena terjatuh dari salah satu Hotel Depok, Sleman, Yogyakarta.

Masih ada beberapa kasus serupa yang saya temukan di portal berita di tahun 2022 ini. Tewasnya beberapa mahasiswa karena bunuh diri yang terjadi belakangan ini melahirkan sebuah pertanyaan. Mengapa hal kasus ini terus terjadi?

Apakah beban yang dibawa saat menjadi mahasiswa begitu berat hingga menyebabkan putus asa? Mengingat banyak media massa yang membuat headline seakan masalah perkuliahan menjadi alasan utama seseorang bunuh diri. Benarkah demikian?

Mahasiswa dan Kesehatan Mental

Menurut banyak studi, gangguan kesehatan mental yang paling umum dialami oleh remaja khususnya mahasiswa ini ialah anxiety dan depresi.

Hal ini bisa dibenarkan, mengingat dunia perkuliahan yang kompleks dan berbeda dari masa sekolah. Selain itu, sebuah studi dari American Academy of Family Physicans (AAFP) menyatakan bahwa gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan tidur, dan kelaianan kebiasaan makan juga menjadi pendorong bunuh diri dalam lingkungan mahasiswa.

Menurut Hurlock, masa mahasiswa disebut sebagai masa settledown (pengaturan) menjadi dewasa sebenarnya atau masa transisi dari remaja ke masa dewasa.

Dalam fase pendewasaan ini, seringkali mahasiswa dipertemukan dengan berbagai masalah dalam kehidupan, mulai dari jauh dari keluarga, tuntutan nilai yang tinggi, masalah pertemanan, dan lain sebagainya.

Belum lagi memikirkan masalah keuangan untuk membayar UKT dan sewa kost yang terkadang membuat stress beberapa mahasiswa.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement